Archive for February, 2007

Untung VS Sue’

Tuesday, February 27th, 2007

Hari ini benar2 sue sekali. Sebenarnya ngga totally sue sih, gua masi dapet secercah keberuntungan. Gua beruntung karena tes yang pertama untuk training yang diadakan ad-ins telah gua lewati dengan sukses. Lumayan lah, hati senang juga. Namun kesenangan selesai sampai perjalanan gua pulang.

Saat di tol, gua nyetir dengan santai (hati gua masih gembira). Kondisi saat itu gerimis dan jalanan totally wet. Seperti biasa, gua ambil lajur paling kanan. Alunan musik new-age masih terngiang2 ditelinga gua, betapa nikmatnya… Tiba2 mobil dihadapan gua yang berjarak kurang dari 100 meter rem mendadak. Dengan kaget, gua pun langsung rem mobil sampe mobil gua ngepot en ngesot (gua masih ingat bunyi teriakan roda yang bergesekkan dengan aspal yang basah…). Harapan gua pupus saat gua sadar kalo mobil dihadapan gua itu berhenti mendadak (kecepatan mendadak menjadi 0 km/jam) dari yang tadinya masih ada daya laju, en gua juga sadar bahwa mobil yang berada di depan mobil di depan gua lah yang memberhentikannya. Sesaat kemudian, ketika mobil gua masih ngepot karena jalan tol yang basah, momen2 itu, detik2 menuju sentuhan antara 2 mobil, suatu perasaan yang selama ini tidur bangkit kembali…

Handphone gua yang tadinya berada di pegangan pintu sudah berada di dashboard. Kap mesin sudah menutupi pandangan kedepan. Mesin gua dengan sendirinya melakukan perputaran secara tidak menentu tanpa gua injak pedal gas (rpm yang dihasilkan cukup tinggi). Yang gua lihat hanya asap yang muncul dari dalam kap mesin gua.

Yea… Great…. Gua masih beruntung. Untungnya, kaca mobil gua gak pecah en gua sempat ngecek keadaan gua sendiri beberapa detik. Setelah gua merasa kalo gua oke2 aja, langsung gua keluar en "mengajak bicara" kepada orang2 senasib tentang situasi yang terjadi.

Lima mobil saling "berhubungan badan", dengan mobil gua adalah mobil paling belakang. Gua sama sekali ga tau penyebab apa yang menjadi biang keladi dari situasi kawin massal mobil ini, sebab gua tidak melihat apa yang terjadi di depan mobil di depan gua sesaat sebelum kejadian, apa lagi di depannya lagi. Mendengar dari percakapan yang terjadi, mobil paling depan (Kijang Innova hitam) memang ugal - ugalan. Sehingga gua punya pikiran kalo dia lah penyebabnya. Namun gua ga ada bukti, sehingga gua ga berani langsung "nembak" dia.

Dari kelima mobil tersebut, keliatannya mobil gua yang kondisi mesinnya paling parah. Mobil gua ga boleh distater, konslet. Sehingga hanya mobil gua yang di derek. Cape de… Didepan gua, mobil yang dicium mobil gua, Nissan X-trail, masih bisa jalan. Kondisi mesinnya masih ok untuk jalan. Di depannya, Toyota Vios, yang ini lumayan parah juga, namun masih bisa jalan. Didepannya, mobil box (Panther atau kijang, gua gak perhatiin) yang ini keliatanya paling muluz. Paling depan, Kijang Innova hitam, yang sekarang ini memiliki pantat yang tepos.

Saat petugas patroli berusaha menderek mobil gua, mobil2 lainnya diminta ke pangkal keluaran yang terdekat dengan alasan disitu jalanan lebar, tidak membuat macet (saat itu keluaran yang terdekat dari tkp adalah keluaran ancol). Karena sibuknya petugas patroli mengurus mobil gua, mobil2 yang bisa jalan tersebut hilang satu persatu dengan harapan pada "berkumpul" di pangkal keluaran Ancol. Namun yang terjadi, saat mobil gua yang sudah diderek sampai ke keluaran tol Ancol, hanya ada mobil gua sendiri.

WHAT???!!!?? Dimana semuanya????

Ketika itu mobil polisi datang. Hanya gua yang diinterogasi di tempat. Damn! Mau nuntut juga orang yang di tuntut udah entah kemana… Cape de.

Ya sudah lah. Bokap bilang kalo mobil langsung dibawa ke bengkel kenalan bokap di Kelapa Gading. Bokap gua tunggu di bengkel tersebut. Mobil lalu diderek sampai ke Kelapa Gading dengan ongkos Rp. 300 rb (itupun udah nawar lho…).

Ini gambaran mobil gua saat udah sampe di Kelapa Gading.  270220074402702200744227022007443

Selama gua masih mendapatkan keselamatan, gua rasa gua masih mendapat untung…

Informasi

Friday, February 16th, 2007

Live Computindo, Plaza Pinangsia lt. 1 no 28. Toko yang membosankan…

Level 6 - Cleared! Enter Level 7 - Into New Voyage

Thursday, February 15th, 2007

Akhirnya gua uda jadi alumni Untar… Yesss! Setelah 4,5 tahun yang awalnya menarik namun akhir2nya menjadi membosankan. Ari ini (15 Feb) sidang yudisium. Ternyata sidang yudisium itu kaya gitu toh. Tetap membosankan… Dipanggil 3 mahasiswa/i dengan skripsi terbaik untuk setiap jurusan. Untuk TI, posisi 3 ditempati ama cewe angkatan bawah, sering ngobrol si, cuman gua ga tau namanya… Posisi 2 ditempati oleh Ricky Utama, seangkatan ama gua, TI-C juga. Posisi 1 ditempati ama Lenny, cewenya Ivan, cewe tertinggi di FTI. Selamat deh.

Nilai skripsi lulusan periode ini banjir nilai A. Mungkin hampir seluruh mahasiswa/i nya pada terlihat bekerja keras kalo dihadapan pembimbingnya. Seperti gua. Haahaaaa…..

Pekerjaan gua sekarang lebih membosankan lagi, melamar pekerjaan. Yah, semoga aja dapet yang cocok (kalo bisa di tempat yang banyak cewe2 imutz, haahaahaaaa….). Kalo diliat dari hobby gua yaitu tidur, ada ga ya pekerjaan yang cocok..? Atau gua melamar sebagai pembunuh bayaran aja de… (Pembunuh nyamuk, lalat, kecoa. Haaahaahaaa…)

Untuk temen2 gua yang masi "bertahan" di Untar, SEMANGAT!!! Ayo, kalian pasti bisa!!! Dengan uda lulusnya gua, berarti udah ilang satu pengganggu belajar kalian, salah satu setan. Sehingga kalian bisa lebi serius lagi di kuliahnya. Untuk yang lg skripsi, karya tulis memang benar benar merepotkan, tapi klo lu berhasil pedekate ama semua dosen untar (setidaknya yang berhubungan ama sidang lu…) nasib lu bisa jau lebi baik. Oke deh. Tetap kontak2 yah…

Cape De…

Saturday, February 10th, 2007

Banjir terjadi lagi. Apa benar hal ini adalah rutinitas 5 tahun sekali..? Banjir kali ini lebih parah dari 5 tahun lalu. Jadwal kumpul skripsi dan yudisium jadi mundur nih… Kemungkinan besar senin, 12 Feb 2007, kumpul skripsi (hardcover). Masih belom tau kapan tanggal yudisiumnya.

Selain itu, banjir kali ini memang bener2 terasa di wilayah rumah gua, Kelapa Gading. Air masuk di dalam rumah kira2 diatas dengkul gua. Air yang tercemar dan padamnya listrik membuat banyak warga kelapa gading mengungsi (termasuk keluarga gua). Sabtu, 3 Feb 2007, gua ngungsi ke ruma sodara di Sunter. Kamis, 8 Feb 2007, permukaan air di Kelpa Gading dah di bawah permukaan jalanan, dan listrik pun uda nyala. Gua sekeluarga pulang kembali ke ruma.

Sesuatu yang merepotkan baru dimulai. Beres - beres dan bersih - bersih. Situasi rumah seperti kawasan off-road, dimana tanah terlihat sangat tebal. Aroma ruma gua pun menjadi "harum". Kerja keras banting tulang sekeluarga masih dilakukan sampai sekarang (10 Feb 2007). Dua mobil gua tenggelam, masuk ampe jok, benar - benar merepotkan.

Jum’at, 9 Feb 2007 subuh, Kelapa Gading disiram hujan lagi. Permukaan air naik lagi sampai garasi dalam di rumah gua. Terpaksa barang - barang yang tadinya uda diturunin kembali dinaikin lagi. Cape de… Beruntung hari ini (10 Feb 2007) cuaca panas. Hari ini kedua mobil diservis, dicuci, en ditune-up. Salah satu mobil dibawa ke bengkel AC. Tidak bawa uang yang cukup, dengan celana pendek diatas dengkul - baju kaos berkerah renda2 - sobek bolong2, gua en bokap terpaksa ke mall gading ambil uang di ATM (mana gua lom mandi lagi…). Cape de…

Wah, kalo Kelapa Gading terus dibangun gedung2 seperti akhir2 ini, 5 tahun lagi banjirnya seperti apa yah?