Archive for September, 2006

Mujizat

Friday, September 29th, 2006

Perbaikan proposal udah gua buat en gua pun dah dapet paraf dari pak Sani. Tinggal pak Zuherman yang susah gua temui. Hari senin kemarin (25 Sept) gua tunggu ampe gua balik masi gak keliatan. Katanya setela gua balik beberapa puluh menit kemudian dia datang… Shit! Hari ini (Jum’at 29 Sept) gua ke kampus karena gua denger isu klo pak Zuherman bakal dateng ke kampus. Hasilnya pun nihil. Ya sudah lah… Senin yang akan datang gua mesti nunggu dia seharian. Btw, gua pikir perbaikan proposal gua udah cukup gua perbaiki sehingga gua bisa istirahat dari perihal berbau skripsi sejenak…

Karena suatu hal, gua menemukan kesibukkan yang baru. Gua jadi suka buat2 theme HP Symbian 60. Untuk tes nya, gua pinjem hp orang. Beberapa themes awal nan cupu berhasil gua buat.

En sampailah pada suatu hari. Gua pinjem HP orang yang sangat berharga (HP nya berharga, en orangnya pun juga). Gua instal suatu themes ke HP nya. Saat gua apply themes tersebut, terjadi hal yang membuat gua ampir kehilangan kesadaran. HP Nokia terbaru, N73, itu tiba-tiba hang! Tombol2 pun gak ngaruh kalo dipencet. Bahkan untuk mematikan HP pun harus copot batere. Jika hp itu dinyalakan, progress hanya berlangsung sampai logo Nokia, kadang2 lebi jau dikit: keluar pop-up windows “Phone start-up failed… en tetek bengek yang mengatakan gua harus menghubungi retailernya.”

Yang perlu diketahui:

1. Hard reset yang semestinya bekerja pada N73, yaitu: *#7370#, tidak bisa digunakan karena tombol tidak berpengaruh ketika dipencet.

2. HP tersebut belum lama dimiliki oleh orang tersebut, sehingga gua gak berani mengatakan kalo HP nya rusak karena gua. Namun dalam waktu dekat, gua yakin dia pasti meminta HP nya kembali… Shit!

3. HP itu dibeli di Singapur. Versi resmi disana. Sehingga disini dianggap barang bm (black market) karena Nokia tidak ada garansi internasional.

4. Karena HP tersebut tidak memiliki garansi Nokia Indonesia (barang bm), gua harus mengeluarkan biaya untuk membetulkannya bila gua bawa ke Nokia Center di Indonesia ini. En setela gua tanya, untuk menginstal firmware Nokia N73, dikenakan biaya Rp. 412.500,- Shit!

5. Customer Service di Nokia Center itu sendiri mengatakan bahwa HP yang dibeli di Singapur ini belum tentu berhasil kembali menjadi keadaan awal setelah dipasang firmware versi Indonesia. Kemungkinannya 50:50. Bila compatible, HP tersebut bisa hidup dalam settingan kondisi awal. Bila firmware Indonesia tidak kompatible dengan barang Singapur, maka HP tersebut akan mati total. Soalnya kadang - kadang HP dari luar dipasang password dimana Nokia Indonesia tidak memiliki hak untuk mengetahuinya, jadi yang mengetahuinya hanya Nokia dari negara yang bersangkutan, tambah Customer Service tersebut…

Shit! Masa gua harus ke Nokia Center Singapur? Rp.412.500,- aja uda bikin gua bangkrut.

Setelah mendengar hal itu dari Customer Service Nokia MKG, gua gak langsung ambil keputusan. Gua bilang ke Customer Service nya klo gua mo konsultasi dulu ama temen. Gua keluar dari Nokia Center MKG3 menuju foodcourtnya di lantai paling atas dengan berjalan lemas dan berpikir keras. Saat gua duduk sembari menyantap makan siang, gua coba nyala-matikan HP itu (dengan copot batere tentunya). Suatu saat, progres dapat berjalan sampai dengan layar utama dan tombol pun berfungsi. Langsung gua lakukan hard reset untuk memastikan HP itu ke kondisi semula lagi. Wow, that’s what I call a Miracle…

HP itu sekarang uda hidup kembali dengan damai dan tenteram. En gua jg uda menemukan penyebab kesalahan gua dalam pembuatan theme. Suatu pelajaran yang berharga memang… Fiuh…

Karya Tulis

Monday, September 4th, 2006

Hari ini (Senin 4 Sept 06) merupakan hari pengumpulan proposal. Hari dimana gua dibuat panik oleh Pak Zuherman, selaku pembimbing II gua. Gua datang dari pagi karena jadwalnya dia ngajar jam 8.00, namun sampai hampir jam 11 dia belum juga nongol. Mana waktu kumpul proposal hanya sampai jam 12 siang…

Kenapa gua begitu panik? Tanda tangan, salah satu fitur proposal yang harus ada. Kepanikan dimulai ketika dia tidak bisa di telp, di sms, dan bapak2 di lantai 9 pun tidak tahu kabar Pak Zuherman pagi itu… Plus lagi, gua adalah satu satunya orang yang tidak mempunyai back-up tanda tangan pak Zuherman.

Ya sudah lah. Toh untungnya sang penyelamat jiwa pun datang juga…

Proposal, salah satu karya tulis yang nanti pasti bakal dicari cari kesalahannya untuk diperbaiki. Sial! Kalau di suruh memilih, gua lebih baik langsung praktek mengerjakan program skripsi dari pada membuat suatu karya tulis, meskipun itu merupakan karya tulis yang sederhana. Gua serasa mual mengikuti aturan aturan sebuah karya tulis.

Format… Perset** dengan itu semua… Gua pikir itu hanya membuang - buang waktu saja. Toh intinya adalah program yang kita buat. Maka itu, gua merupakan orang yang sangat sangat menentang sebuah skripsi yang programnya dibuatin oleh orang lain. Apa yang mereka dapat? Kesuksesan dalam pembuatan karya tulis? Selamat…

Gua sering berpikir suatu khayalan, dimana gua menginginkan kelulusan tanpa karya tulis. Hanya program akhir dan presentasi atas program tersebut. Itu merupakan hal yang gua inginkan, yang gua yakin banyak anak akan menentangnya…

Bila karya tulis memang diharuskan untuk dibuat, gua lebih suka menjelaskannya secara lisan. Gua lebih suka langsung saja ke sidang, dimana gua bisa menjelaskan semua yang gua tulis. Toh, yang gua tulis itupun harus gua omongkan lagi di muka sidang. Buat apa gua tulis capek capek namun harus gua jelaskan lagi di ruang sidang…? Tanpa fitur "format" dan pembetulan!

Namun kenyataan berkata lain. Gua harus tetap membuat suatu yang gua pikir itu hanya buang buang waktu…